Rabu, 11 Februari 2015
Y A K I N akan takdir-Nya
Apapun yang diberikan Allah adalah yang terbaik, syukuri dan rasakan keajaibannya - princess
Aku bukan terlahir dari keluarga kaya, bukan juga dari keluarga yang kurang mampu. Hanya berasal dari keluarga biasa-saja. Tetapi justru keluarga yang biasa-saja lah yang sering jadi korban kebijakan pemerintah. Coba bayangkan, pemerintah memberi kebijakan kenaikan BBM (misalkan) lalu keluarga kalangan elit (kaya) tidak mempermasalahkannya. Masyarakat kalangan kurang mampu (miskin) enak juga dapet tunjangan ini itu, laah.. untuk keluarga penghasilan menengah (biasa-saja) bagi ayahku yang bukan PNS? Gimana? PNS sih mending bisa punya gaji tetap tiap bulan. Lah ayahku Cuma wiraswasta yang gak tetap dengan penghasilannya, ibu Cuma ibu rumah tangga :’)
Untuk itulah aku semakin sayang sama ayah daan ibuku karena mereka berjuangnya bener-bener berjuang buat nyekolahin anaknya :’) makasih mah.. pah..
Merekalah yang membuat aku jualan gorengan tiap kuliah, dan mereka juga yang ngebuat aku bolak-balik kesubang nyari surat-surat buat ngelengkapin persyaratan beasiswa, mendapatkan beasiswa itu antara mudah dan sulit. Ada pengumuman beasiswa PPA dan BBM dari pemerintah dan aku berharap aku beasiswa itu, lumayan, buat jajan J hehe
Aku bareng temen-temenku yang lainnya megumpulkan syarat beasiwa itu. Akhirnya aku penuhi syarat wajib dan syarat sunnah mendapatkan beasiswa itu (saking pengennya dapet beasiswa). Setelah beberapa hari kemudian.. jengg jrreeengg!! Pengumuman penerima beasiswa PPA dan BBM dan nama beberapa temenku ada dan namaku gak ada :’) ya allah pengen nangis tapi nahan air mata, malu aku malu, kenapa temenku dapet, aku enggak? Ya Allah, aku penuhi syarat wajib dan syarat sunnah beasiswa itu, tapi temen aku yang cuma penuhi syarat wajibnya aja keterima? Padahal aku mengabdi di jurusan, aku aktif himpunan, dia enggak? Berbagai pikiran jahat merasuki pikiranku.
Seketika itu juga aku wudhu, sholat, tilawah, sambil menangis.. aku mencari ketenangan hati, dan berdo’a bahwa ini adalah ketetapan dari-Nya ini adalah takdir yang terbaik untuk ku. Aku bisa tenang, dan aku bersyukur, aku yakin Allah punya yang terbaik untuk ku ya? :’) sambil tersenyum menatap kedepan dengan wajah yang sok tegar (tidak usah dibayangkan) -_-
Bulan berikutnya ternyata ada beasiswa lagi, ada beasiswa dari jawa barat, H-3 aku baru mendapat info beasiswa tersebut.untunglah aku mempunyai surat-surat untuk memenuhi persyaratan beasiswa tersebut. Dan akhirnya aku mendaftarkan beasiswa jawa barat. Waktu pendaftaran 3 hari itu begitu cepat dan terburu-buru bahkan membuatku lupa tentang niat ku untuk mendapatkan beasiswa, dan niat hanya ikut-ikutan aja. Walau H-3 juga, asal masih keburu daftar. Teman-temanku yang kemarin mendapatkan beasiswa PPA dan BBM tidak dapat mengikuti beasiswa lain lagi, karena tidak boleh mendapatkan lebih dari 1 jenis beasiswa.
Saat itu tahun telah berganti, sekarang aku menikmati tahun 2015 dengan spiriiittt baruu!! Dan selalu berharap keajaiban itu selalu ada. di tanggal akhir awal bulan tahun 2015 aku harus pulang kampung karena mamah sedang sakit, tetapi ada surat yang harus aku terima dari ketua himpunan, aku mengeluh karena isi suratnya adalah aku harus ke kampus besok, padahal hari ini aku akan pulang. Gerutuku.. tetapi ternyata isi surat itu adalah surat penerimaan beasiswa, HAH? Kok bisa sih? Loh? Kok? Kapan aku daftar beasiswa?
Alhamdulillah.. tapi aku berfikir, ternyata itu beasiswa pemuda jawa barat yang aku H-3 daftarkan, aku aja lupa pas daftarin diri, eh ternyata pengumumannya sekarang.. lumayan.. sujud syukur dan sholat aku panjatkan, betapa maha romantisnya Allah dalam mengatur semuanya..
Aku mengatakan pada mamah bahwa aku menunda kepulanganku, tetapi membawa kabar baik, Alhamdulillah..
Setiap aku mendaftarkan diri di beasiswa, aku tak pernah melihat nominalnya, ternyata beasiswa yang aku dapatkan sekarang dua kali lipat dari beasiswa PPA BBM yang ingin aku dapatkan dulu :’)
Allah tau, aku butuh beasiswa yang pemuda, bukan beasiswa ppa bbm J Allah tau yang terbaik untuk kita, Allah memberi yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan..
Ketika diberi takdir yang kita anggap itu buruk, percayalah dan ber-husnudzan lah pada Allah niscaya Allah memberinya berkali lipat dari apa yang kamu syukuri J
Semangat meraih cinta-Nya sahabatku...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar